Empat Dasar Budaya Siri Bugis-Makassar Sulawesi Selatan

Empat konsep budaya siri Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan adalah Kejujuran, Keberananian, Kekayaan dan Kepintaran.Masyarakat Bugis-Makassar yang memahami akan konsep tersebut akan merasa malu untuk berbuat dusta, malu karena tidak berani, malu karena merasa tidak memiliki kekayaan, dan malu karena merasa bodoh.

A.    Lempu/ lambusu (Jujur)

Lempu’ (Bugis) atau Lambusu’ (Makassar) adalah memiliki kejujuran atau dapat dipercaya. Orang yang jujur adalah orang yang ketika diberikan suatu amanah dia tidak menyalahgunakan amanah tersebut.


Kejujuran dalam konteks ini adalah:
1.  Matutu (bugis) atau tutui (Makassar): bekerja dengan teliti, cermat dan berhati-hati dalam setiap gerak dan langkahnya.
2.  gello pau-pau Na (Bugis) atau baji bicara (Makassar): memiliki tutur kata dan adab berbicara yang baik dan sopan atau selalu mengucapkan perkataan yang baik, sopan dan tidak menyinggung perasaan orang lain.
3.  gello gau-gau Na (Bugis) atau anggau baji (Makassar): memiliki perbuatan yang baik sesuai dengan adab yang berlaku dalam masyarakat atau selalu melakukan perbuatan yang tidak melanggar norma masyarakat.
4.  ajjama tongeng-tongeng (Bugis) atau kuntu injeng (Makassar): bekerja dengan penuh semangat dan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaannya.
B.    Warani/ barani (berani)

Warani (Bugis) atau kabaraniang (Makassar) adalah suatu sifat pemberani yang dimiliki oleh setiap manusia. Memiliki keberanian yang tinggi dalam melakukan sesuatu sesuai dengan prinsip kebenaran dan kejujuran.

Keberanian dalam konteks ini dibagi dalam beberapa bagian yaitu:
1.  De na matau ripariolo (Bugis) atau tammallakki nipariolo: selalu ingin di depan atau tidak  takut  jadi  pelopor.
2. De na matau riparimunri (Bugis) atau tammallakki  nipariboko  (Makassar): selalu memberikan kesempatan kepada orang lain yang lebih baik darinya atau tidak takut ditempatkan di belakang.
3. De na matau mengkalinga kareba (Bugis) atau tammallakki allangngere kabara (Makassar): dapat menerima kritik dan saran dari orang lain, memiliki jiwa dan rasa ingin tahu yang besar, serta dapat menerima kabar yang baik maupun kabar yang buruk.
4. De na matau ammita bali (Bugis) dan tammallakki  accini  bali  (Makassar): berani dalam menghadapi lawan baik dalam melakukan perundingan maupun ketika dalam berperang serta memiliki jiwa yang tegas dan konsisten.
C.    Asugireng/ Kakalumanyangang (kekayaan)

Asugireng (Bugis) atau Kakalumanyangan (Makassar) adalah sifat yang berhubungan dengan dengan:

1. Kekayakan akan akal/ imajinasi dan penuh dengan jiwa kreatifitas (teccapuri akkaleng (Bugis)/ tamakkurangi ri nawa-nawa (Makassar)),
2. Kekayaaan akan pengetahuan (Sugi Ada-ada (Bugis)/ temmakkurangi ri bali bicara (Makassar)),
3. Mahir dan terampil terhadap segala jenis pekerjaan (masagena risininna jama-jamang (bugis)/ masagena ri singkamma gau (Makassar)), serta
4. Memiliki modal atau kekayaan yang cukup (Masugi warang-mparang (Bugis)/ temmakkurangi ri singkamma pattujuang (Makassar)).

D.    Amaccangeng/ Kacaraddekang (kecerdasan)

Amaccageng (Bugis) atau Kacaraddekeng (Makassar) adalah sifat cepat memahami sesuatu, tanggap terhadap respon. Orang yang memiliki kecerdasan memiliki rasa ingin tahu yang besar. Kecerdasan dapat membawa seseorang untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

(Brur AA, Makassar, Oktober 2012)

3 Submit your comment here:

mateppe'sika' bur...!!!

Balas

Ku tega ki iye brother

Balas

ku-ka' selayar marafe' bro....
makanja' uwita blog'T..
siaganah ellinknah..???

Balas

Copyright © 2010. The Heaven of South Sulawesi - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib, Proudly powered by Blogger