Home List of Content Contact Me About Us Link Exchange Link Exchange

Sabtu, 15 September 2012

Camba dalam Dilema: Perkembangan yang Statis

| Sabtu, 15 September 2012 | 0 Submit your comment here:


Sebagai putra daerah asli dari Tana Cempa (Camba), tentunya ikut prihatin melihat perkembangan di kampung ini. Perkembangannya cenderung statis. Dari masa kecil hingga saat ini, tidak tampak perubahan yang mencolok jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Maros. Sarana dan  prasarana (infrastruktur desa) masih warisan masa silam. Kalaupun ada, tidak banyak memberikan wajah baru bagi desa ini.  Itu pun masih dalam skala renovasi bangunan tua. Bahkan di salah satu blog teman saya, dengan kepedualiannya terhadap kampong halaman kami, menulis “Camba...?? Daerah Mana Itu..??Apakah Masuk Dalam Peta...??. Sungguh tragis, sebagai salah satu kecamatan terbesar / terluas di Kabuputen Maros, dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, apakah putra daerah di kecamatan ini tidak riskan atau sedikit prihatin menyaksikan sejarah perkembangannya daerahnya?

Kecamatan Bantimurung dengan asset berharganya “Pemandian Alam Bantimurung”, seharusnya dapat menjadi Bench Mark bagi perkembangan wilayah ini. Jika Bantimurung dapat menggali potensi daerahnya dan berhasil menarik hati pemerintah di tingkat kabupaten, mengapa Camba tidak mencoba untuk melakukannya. Banyak potensi daerah yang dapat menjadi ladang bisnis bagi investor yang dibiarkan begitu saja, misalnya Air Terjun Baruttung dan Air Terjun Maddenge. Jika kedua lokasi ini dipotensikan secara professional, bukan tidak mungkin 3-5 tahun ke depan, kecamatan Camba mengalami perkembangan yang pesat khususnya dari segi pariwisata.

Akan tetapi wujud kepedulian terhadap hal tersebut  masih berkutat seputur wacana atau versi kerennya “Talk Much No Action”.  Ada yang peduli, ada yang tidak sama sekali, bahkan ada juga yang menyalahkan pemerintah pusat khususnya pemerintah kabupaten Maros, karena menganggap kurang tanggapnya dalam memantau dan mengembangkan potensi wilayahnya khususnya di kecamatan Camba. 

Dari beberapa informasi yang ada, perkembangan kawasan ini yang bersifat static dipengaruhi oleh beberapa aspek, diantaranya: (1) kurangnya wujud kepedulian, hal ini ditandai dengan terbengkalainya beberapa infrastruktur dan sarana serta prasarana desa seperti kumuhnya  lapangan olah raga Andi Baso Camba; (2) kontaminasi perkotaan. Khususnya bagi  “Beringin Muda Camba” yang merasa lebih nyaman tinggal  dan memilih karir di perkotaan yang menyediakan sarana dan prasarana serta lapangan kerja yang lebih luas; (3) kurangnya laparangan kerja di pedesaan. Hampir tidak ada lapangan kerja yang tersedia di kecamatan ini, (4) Kurangnya promosi pemerintah setempat akan potensi wilayah yang dimiliki.  Dua lokasi air terjun strategis bahkan oleh penduduk setempat ada yang tidak mengetahuinya.

Sejarah kecamatan Camba, tentunya akan ada ditangan kita. Patut diingat kembali akan slogan Pemkap Maros “Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?”. Bagaimana mau dilirik oleh pemerintah kabupaten jika pemerintah di tingkat kecamatan kurang memahami “cara berdandan” yang baik.

(Brur AA, Makassar)

0 Submit your comment here::

Poskan Komentar

 

Followers

Apply to be a Chitika Publisher!

Attribution

Created By Brur AA @ 2012,
southsulawesiartilces.blogspot.com
All Rights Reserved
Find The information you need here

We Grow Because of You

© Copyright 2010. All rights reserved. The Heaven of South Sulawesi | Template Redesign by BrurAA